RAPID66


RAPID: Randomized Pharmacophore Identification for Drug Design
Farmakofor adalah susunan geometris yang penting dari suatu atom atau gugus fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan respon biologis tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa farmakofor merupakan bagian penting dari suatu obat. Farmakofor bekerja dengan cara berikatan dengan molekul ligan untuk berinteraksi dengan target reseptor di tempat pengikatan tertentu (Droret et al., 2009)

Fungsi farmakofor:
1. Mendifinisikan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
2. Menentukan struktur 3 dimensi dari suatu molekul
3. Untuk mengetahui komformasi aktif
4. Penting untuk desain Obat
5. Penting untuk menemukan obat baru 

    Aktivitas obat, atau aktivitas farmakophorik, diperoleh melalui pengenalan molekuler dan pengikatan satu molekul (ligan) ke kantong yang lain, biasanya lebih besar, molekul (reseptor).  Asumsi ini didukung oleh hasil eksperimen yang menunjukkan molekul dengan komplementaritas  geometrik dan kimia dalam konformasi yang mengikat ketika struktur tiga dimensi dari reseptor diketahui, metode docking mengeksploitasi informasi geometrik dan kimia yang tersedia. Namun, struktur  geometrik relatif  dan  molekul  diperoleh melalui kristalografi sinar-X atau teknik NMR.  Dalam upaya untuk mengembangkan obat-obatan farmasi untuk reseptor yang strukturnya tidak diketahui, mulai  dengan  kumpulan  ligan yang telah di eksperimental dan berinteraksi dengan reseptor.  Dengan  memeriksa  sifat-sifat  kimia dan bentuk-bentuk dari ligan-ligan, dan mencoba mengidentifikasi satu set fitur yang  tertanam dan  terkandung dalam beberapa konformasi aktif dari masing-masing (atau sebagian besar) ligan. Ini disebut farmakofor dan dianggap  bertanggung  jawab atas aktivitas obat yang diamati. Fitur farmakofor berinteraksi dengan fitur  reseptor, sementara sisa ligan bertindak sebagai perancah. Setelah farmakofora telah diisolasi, itu dapat digunakan untuk lebih meningkatkan aktivitas obat farmasi.
Untuk mengidentifikasi suatu farmakopor dapat menggunakan sebuah  prototipe sistem perangkat lunak yang terintegrasi yang disebut RAPID (Randomized  Pharmacophore Identification for Drug design)  untuk mengatasi masalah identifikasi farmakofora.
a.  Gambaran RAPID
RAPID mencoba mengidentifikasi invariants geometrik di antara kumpulan ligan kecil seperti molekul yang ditunjukkan pada Gambar. 1. Molekul ini disebut 1TMN dan merupakan inhibitor thermolysin. Gambar. L (a) menunjukkan model  pengisian ruang 1TMN, dengan menggambar bola Van der Walls di sekitaran setiap pusat atom. Gambar. L (b ) menunjukkan model tongkat yang sesuai di mana hanya ikatan kimia yang ditarik. Derajat kebebasan ligan meliputi panjang ikatan, sudut ikatan (sudut antara dua ikatan berurutan), dan sudut dihedral atau torsional (sudut yang dibentuk oleh pertama dan ketiga dari tiga ikatan berurutan, dilihat sepanjang sumbu ikatan kedua). Dalam praktiknya, hanya derajat kebebasan torsional yang dipertimbangkan karena ini adalah yang menunjukkan variasi besar dalam nilainya. Gambar. 1 (c) menunjukkan konformasi ITMN dari Gambar. L (a) sebagai satu set poin. Titik-titik ini dapat mewakili pusat atom atau kelompok atom yang diagregasi ke satu titik yang memiliki fitur yang sama untuk semua atom ini (misalnya, cincin benzena kaku).
Dalam  RAPID,  identifikasi invarian geometrik dalam kumpulan ligan fleksibel dilambangkan dengan M = {Ml, M2, ..., MN}  diperlakukan sebagai proses dua tahap mengatasi dua masalah atau strategi dari rapid berikut:
Soal1(Pencarian Konformasi) Dengan koleksi ligan M = {M1, M2, ... Mn}, derajat kebebasan untuk masing-masing, dan fungsi energi E, temukan untuk setiap Mi serangkaian konformasi C (Mi) = {Ci1, Ci2, ..., Ciki}, sehingga E (Cij) <= THRESHOLD dan d (Cij, Cil)> TOLERANCE untuk l! = J dan 1 <= j, l <= ki, di mana THRESHOLD dan TOLERANCE adalah pra nilai yang ditentukan dan d (.,.) adalah fungsi jarak
Soal2(Invarian Identification) Mengingat koleksi ligan M = {M1, M2, ... M  n}, di mana setiap Mi memiliki seperangkat konformasi C (Mi) = {Ci1, Ci2, ..., Ciki}, menentukan satu set berlabel poin S dalam R3 dengan properti bahwa untuk semua i E {1, ..., N} ada beberapa Cij EC (Mi) sehingga S adalah kongruen untuk beberapa bagian dari Cij. Sebuah solusi S, jika ada, disebut invarian dari M.
            Input mungkin mengandung ligan yang tidak mengandung farmakofora. Ini mengharuskan kita untuk mempertimbangkan relaksasi Soal 2, di mana kebutuhan invarian geometris hanya hadir dalam konformasi beberapa K molekul N. Meskipun pada tahap ini dua modul RAPID bekerja secara independen.

DAFTAR PUSTAKA
Dror, O., Schneidman-Duhovny, D., Inbar, Y et al. 2009. A Novel Approach for Efficient Pharmacophore-based Virtual Screening: Method and Applications. J Chem Inf Model; 49(10): 2333–2343.
Finn P.W., L.E. Kavraki, J.-C. Latombe, et al. 1998. RAPID: Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design. Computational Geometry. (10). 263-268

  1.   Kenapa dilakukannya identifikasi farmakopor?
  2. .Didalam permasalahan diatas ada terdapat konformasibagaimana pencarian konformasi?
  3.   Apa yang dimaksud dengan 2 modul/masalah RAPID?

Komentar

  1. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan no mor 1 yaitu untuk mendesign suatu obat Dan penemuan obat baru

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Hai kak Lea, kharin coba jawab no 1 ya. Tujuan dari diidentifikasinya suatu farmakopor obat yaitu supaya suatu molekul obat dapat dimodifikasi, dengan begitu akan ada penemuan obat baru dengan efikasi yg lebih baik tetapi minim efek samping

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin menambahkan dimana fungsi dari identifikasi farmakofor ini sendiri
      -Mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
      -Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
      -Untuk mengetahui konformasi aktif
      -Penting untuk merancang atau mendesign obat
      -Penting untuk menemukan suatu obat baru

      Hapus

    2. terima kasih kharina atas jawabannya dan sudah menjelas kan

      Hapus

    3. terima kasih dyah sudah menambahkan jawabannya sangat membantu

      Hapus
  4. Terima kasih kak, saya akan coba jawab
    1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.

    BalasHapus
    Balasan

    1. terima kasih diana sudah membantu atas jawabannya

      Hapus
  5. Hai lea, saya coba menjawab no 3 ya.
    3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
    Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
    Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.

    BalasHapus
  6. Assalamu’alaikum kak, mega mau bantu jawab no 2 ya, menurut mega, pencarian konformasi dapat dilakukan secara acak dengan memilih setiap derajat kebebasan dari rentang yang diizinkan sesuai dengan distribusi yang ditentukan. Sedangkan untuk mendapatkan seperangkat konformasi yang reprensif dengan menjadikan suatu set yang mencerminkan kesamaan geometris seperti yang ditangkap oleh DRMS ​​ukuran jarak. Transformasi ini dihitung menggunakan basis dari tiga atom yang telah ditentukan.

    Atau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
    Kalau ad kurang tolong di lengkapin yaa

    BalasHapus
    Balasan

    1. terima kasih mega sudah memberi tau apa yang tidak saya mengerti

      Hapus
  7. Artikelnya sangat bermanfaat sekali.. terimakasih kak Lea. Saya mencoba membantu jawaban no 3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
    Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
    Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.

    BalasHapus
  8. Hay lea, aku bantu jawab nmr 2 ya

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum kak lea ,ana akan mencoba menjawab pertanyaan nmor 1yaitu Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.

    BalasHapus
    Balasan

    1. Wa'alaikumusalam irma syukron sudah membantu menjawab

      Hapus
  10. saya ingin mencoba menjawab ertanyaan no 2 : pencarian konformasi dapat dilakukan secara acak dengan memilih setiap derajat kebebasan dari rentang yang diizinkan sesuai dengan distribusi yang ditentukan. Sedangkan untuk mendapatkan seperangkat konformasi yang reprensif dengan menjadikan suatu set yang mencerminkan kesamaan geometris seperti yang ditangkap oleh DRMS ​​ukuran jarak. Transformasi ini dihitung menggunakan basis dari tiga atom yang telah ditentukan.

    Atau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
    Kalau ad kurang tolong di lengkapin yaa

    BalasHapus
    Balasan

    1. terima kasih anggun atas jawabananya sangat membantu

      Hapus
  11. Hai lea
    Saya coba bantu jawab no 2 ya
    Atau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.

    BalasHapus
    Balasan

    1. ok ai yerima kasih,dan tolong kasih saran atas blog saya ya

      Hapus
  12. hai Lea, artikel nya sangat membantu, terimakasih

    BalasHapus
  13. Assalamualaikum,,hay kak lea
    Saya akan mncoba menjawb pertnyaan yg nmr 2.dimana Pencarian konformasi dapat dilakukan secara acak dengan memilih setiap derajat kebebasan dari rentang yang diizinkan sesuai dengan distribusi yang ditentukan. Sedangkan untuk mendapatkan seperangkat konformasi yang reprensif dengan menjadikan suatu set yang mencerminkan kesamaan geometris seperti yang ditangkap oleh DRMS ​​ukuran jarak. Transformasi ini dihitung menggunakan basis dari tiga atom yang telah ditentukan.

    Atau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster,dan menjamin nilai solusi dalam dua kali nilai optimal

    BalasHapus
  14. Hay kak mau nnya dari pemaparan nya,bagaimana ikatan apa aja yg terkait dg rapid ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. RAPID bukan ikatan, RAPID merupakan suatu perangkat lunak kimia komputasi yang digunakan untuk menganalisis farmakofor yang terdapat dalam struktur molekul, setelah itu dianalisis hubungan struktur dan aktivitasnya, setelah dilakukan identifikasi farmakofor baru para ahli kimia melakukan modifikasi struktur untuk menghasilkan senyawa baru yang diinginkan. Kalau dari segi ikatan, pada struktur yang dianalisis menggunakan RAPID kita melihat ikatan yang terdapat pada gugus-gugus kromofor yang ada pada struktur seperti gugus azo (-N=N-), karbonil (-C=O-), karbon (-C=C-), karbon nitrogen (-C=NH- atau =CH=N-), nitroso (-NO atau N-OH), nitro (-NO2 atau =NO-OH), dan sulfur (C=S). Trims.

      Hapus

    2. ikatan ion,kovalen, vander waals, polar.

      Hapus
  15. Hai lea, terimakasih atas materi yg sangat berguna tsb, mau nanya, farmakopor ini digunakan sebagai apa didalam permasalahan ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Farmakofor itu merupakan gugus dari suatu molekul yang memiliki aktivitas, saya rasa artikel diatas hanya sebatas mengulas tentang metode RAPID yang digunakan untuk analisis farmakofor suatu molekul.

      Hapus

    2. digunakan sebagai template untuk membangun obat yang lebih efektif ."

      Hapus

    3. terima kasih sudah mampir fitri dan terima kasih sudah membntu

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Assalamu’alaikum Yut. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Molekul obat memiliki suatu gugus fungsi yang dapat berinteraksi dengan reseptor secara stereoeletronik sehingga menghasilkan suatu aktivitas farmakologis. Gugus pada molekul obat tersebut dinamakan farmakofor. Identifikasi farmakofor merupakan suatu langkah penting yang dilakukan para ahli untuk merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur obat dengan aktivitas biologisnya atau hubungan antara reseptor dengan ligannya, dengan menggunakan model yang sudah ada dan diproses secara komputasi. Identifikasi farmakofor ini bertujuan untuk meramal hubungan antara struktur dan aktivitas suatu molekul obat dengan beberapa cara yaitu: peragaman substituen, pemasukan ikatan rangkap, peragaman struktur cincin, pemangkasan atau penambahan ukuran dari struktur molekul obat. Selain itu, dari proses identifikasi farmakofor dapat dihasilkan suatu struktur baru yang memiliki aktivitas farmakologis yang lebih unggul dibandingkan dengan struktur inti (sebelum di remodelling). Hal ini sangat menguntungkan dalam bidang farmasi untuk menciptakan obat-obat baru yang bekerja lebih spesifik.

    BalasHapus
  18. Saya rasa jawaban no 3 adalah dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
    3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
    Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
    Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.

    BalasHapus
  19. Dalam dunia medis, identifikasi farmakofor digunakan untuk mengetahui gugus-gugus dari struktur molekul obat yang memiliki efek farmakologis, gugus tersebut dimodifikasi untuk menghasilkan struktur obat baru yang dapat memberikan efek farmakologis lebih baik dibandingkan struktur sebelumnya. Tidak hanya meningkatkan efikasi dari obat melainkan juga dapat meminimalisir efek samping atau efek toksik dari suatu obat dengan melakukan identifikasi farmakofor.

    BalasHapus
    Balasan

    1. terima kasih atas jawabannya
      apakah ada tambahan lagi atas artikel saya?

      Hapus
  20. Hy lea, saya mencoba menjawab no 2
    Dalam senyawa rantai terbuka gugus-gugus yang terikat oleh suatu ikatan sigma dapat berotasi mengelilingi ikatan tersebut. Oleh karena itu atom-atom dalam suatu molekul-molekul terbuka dapat memiliki banyak posisi di dalam ruang relatif satu terhadap yang lain. Contohnya saja metana, metana merupakan sebuah molekul kecil, tetapi memiliki penataan dalam ruangan yang bervariasi, penataan tersebut dinamakan konformasi. Konformasi dapat digambarkan dengan beberapa rumus diantaranya rumus dimensional, rumus bola dan pasak, serta proyeksi newman. Konformasi suatu molekul dapat dicari menggunakan kimia komputasi, menggunakan perangkat lunak untuk analisis struktur 3D dari suatu molekul, dari struktur tersebut dapat dilihat konformasi dari masing-masing molekul, salah satunya perangkat lunak RAPID itu sendiri. Trims.

    BalasHapus
  21. slamat pagi kak,,tulisannya sangat bermanfaat. Mau nanya dong kak hal-hal apa saja sih yang harus diperhatikan dalam penggunaan metode rapid ini?

    BalasHapus
    Balasan

    1. hal-hal yang harus diperhatikan
      bagaimana konvormasi dari senyawa tersebut, ikatan kimia

      Hapus
  22. Halo kak lea
    Penjelasannya sangat membantu
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  23. Halo kak leaaa, Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.

    BalasHapus
  24. Baiklah, saya akan mencoba menjawab :

    3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
    Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
    Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.

    BalasHapus

  25. Teman artikel sudah bagus.
    Tapi sy masih bingung apakah obat yg memiliki mekanjame kerja yang sama juga memiliki identitas farmkopor yg sama?
    Thx:)

    BalasHapus
  26. Assalamualaikum kak lea pemaparan yg sangat bagus, dsni sy ingin bertanya , apasih tujuan utama dari design obat baruu?

    BalasHapus
  27. hay kak lea, saya ingin membantu menjawab pertanyaan nomor 1
    identifikasi farmakofor dilakukan agar dapat diketahui ligan-ligan dari suatu senyawa dan dapat berguna dalam mendesain obat baru
    terimakasih kak :)

    BalasHapus
  28. hay kak lea disini saya akan menjawab adanya idemtifikasi farmakopor untuk mengatahui sisi aktif yang dapat berikatan dengan reseptor, sehingga dengan adanya farmakopor dapat diketahui interaksi biologis suatu senyawa terhadap reseptor . studi farmakopr dapat meningkat efektifitas suatu obat dan dapat menimalisir adanya toksisitas suatu obat

    BalasHapus
  29. saya akan mencoba mnjwb Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen

    BalasHapus
  30. Hy kak lea.. ilmunya sangat bermanfaat. Menambah pengetahuan saya. Terimakasih

    BalasHapus

  31. 1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
    2. Pencarian konformasi dapat dilakukan secara acak dengan memilih setiap derajat kebebasan dari rentang yang diizinkan sesuai dengan distribusi yang ditentukan. Sedangkan untuk mendapatkan seperangkat konformasi yang reprensif dengan menjadikan suatu set yang mencerminkan kesamaan geometris seperti yang ditangkap oleh DRMS ​​ukuran jarak. Transformasi ini dihitung menggunakan basis dari tiga atom yang telah ditentukan.

    Atau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
    3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
    Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
    Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.

    BalasHapus
  32. Hai kak lea. Mungkin ada yg ingin saya tanyakan yaitu manfaat atau keuntungan dari kita identifikasi farmakofor apa ya?
    Terimakasih

    BalasHapus
  33. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan no mor 1 yaitu untuk mendesign suatu obat Dan penemuan obat baru

    BalasHapus
  34. Alhamdulillah dengan membaca artikel ini, saya bisa mengetahui bagaimana cara identifikasi farmakofor.

    BalasHapus
  35. hay kak lea disini saya akan menjawab adanya idemtifikasi farmakopor untuk mengatahui sisi aktif yang dapat berikatan dengan reseptor, sehingga dengan adanya farmakopor dapat diketahui interaksi biologis suatu senyawa terhadap reseptor . studi farmakopr dapat meningkat efektifitas suatu obat dan dapat menimalisir adanya toksisitas suatu obat

    BalasHapus
    Balasan

    1. terima kasih reni sudah mampir dan bantu jawab

      Hapus
  36. Hai kak lea.
    Saya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
    Karena identifikasi farmokofor berguna untuk mengetahui bagian dari struktur obat yang aktif. Dengan diketahui struktur obatnya maka dapat dilakukan modifikasi terhadap strukturnya sehingga dapat memberikan efek yang lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya saat obat belum dimodifikasi.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  37. Terimakasih atas pemaparannya, saya ingin bertanya dalam pembelajaran materi ini apa saja contoh aplikasi pada penerapan di dunia kefarmasian? Terimakasih

    BalasHapus
  38. Hay kak lea
    saya akan menjawab no 1.
    alasan dilakukan identifikasi farmakofor adalah untuk menentukan struktur 3 dimensi dan suatu molekul, untuk mengetahui konfirmasi aktif, penting untuk didesain obat, dan penting untuk menentukan obat baru

    BalasHapus
  39. Assalamu'alaikum...
    Hai lea...
    Berdasarkan uraian diatas, salah satu fungsi dari farmakofor yaitu untuk untuk mengetahui konformasi aktif,
    Nah bagaimana cara mengetahui konformasi yg aktif tersebut???

    Mohon jawabannya,
    Terimakasih😊

    BalasHapus
    Balasan

    1. dari ikatan hidrogen (asam basa lewis)
      ikatan van der walls
      dan ikatan ion

      Hapus
  40. Jawaban no 1 Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen. 

    BalasHapus
  41. Artikel yang menarik dan mudah dipahami, good.

    BalasHapus
  42. Artikelnya bagus dan sangat bermanfaat kak

    BalasHapus
  43. Artikelnya sangat bermanfaat sekali.. terimakasih kak Lea. Saya mencoba membantu jawaban no 3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
    Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
    Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.

    BalasHapus
  44. Terima kasih kak, saya akan coba jawab
    1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.

    BalasHapus
  45. Terimakasih kk,saya akan coba jawab
    1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.

    BalasHapus
  46. Terimakasih kk,saya akan coba jawab
    1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.

    BalasHapus
  47. Terimakasih kk,saya akan coba jawab
    1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.

    BalasHapus
  48. Hai kak lea. Identifikasi farmakofor bertujuan untuk mendapatkan senyawa obat baru dan terus ada pengembangan sebagai penemuan obat yang terbaharukan. Terimakasih semoga bermanfaat

    BalasHapus
  49. Menurut saya identifikasi farmakopor secara virtual ini sangat bermanfaat dalam penemuan new drug

    BalasHapus
    Balasan

    1. berakti identifikasi farmakopor itu sangat berpengaruh didalam idwntifikasi obat baru

      Hapus
  50. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Molekul obat memiliki suatu gugus fungsi yang dapat berinteraksi dengan reseptor secara stereoeletronik sehingga menghasilkan suatu aktivitas farmakologis. Gugus pada molekul obat tersebut dinamakan farmakofor. Identifikasi farmakofor merupakan suatu langkah penting yang dilakukan para ahli untuk merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur obat dengan aktivitas biologisnya atau hubungan antara reseptor dengan ligannya, dengan menggunakan model yang sudah ada dan diproses secara komputasi. Identifikasi farmakofor ini bertujuan untuk meramal hubungan antara struktur dan aktivitas suatu molekul obat dengan beberapa cara yaitu: peragaman substituen, pemasukan ikatan rangkap, peragaman struktur cincin, pemangkasan atau penambahan ukuran dari struktur molekul obat. Selain itu, dari proses identifikasi farmakofor dapat dihasilkan suatu struktur baru yang memiliki aktivitas farmakologis yang lebih unggul dibandingkan dengan struktur inti (sebelum di remodelling). Hal ini sangat menguntungkan dalam bidang farmasi untuk menciptakan obat-obat baru yang bekerja lebih spesifik.

    BalasHapus

Posting Komentar