RAPID66
RAPID:
Randomized Pharmacophore Identification for Drug
Design
Farmakofor adalah susunan
geometris yang penting dari suatu atom atau gugus fungsi yang diperlukan untuk
menghasilkan respon biologis tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa farmakofor
merupakan bagian penting dari suatu obat. Farmakofor bekerja dengan cara
berikatan dengan molekul ligan untuk berinteraksi dengan target reseptor di
tempat pengikatan tertentu (Droret et al.,
2009)
Fungsi farmakofor:
1. Mendifinisikan gugus penting yang berikatan dengan reseptor
2. Menentukan struktur 3 dimensi dari suatu molekul
3. Untuk mengetahui komformasi aktif
4. Penting untuk desain Obat
5. Penting untuk menemukan obat baru
Aktivitas obat, atau aktivitas
farmakophorik, diperoleh melalui pengenalan molekuler dan pengikatan satu
molekul (ligan) ke kantong yang lain, biasanya lebih besar, molekul (reseptor).
Asumsi ini didukung oleh hasil eksperimen
yang menunjukkan molekul dengan komplementaritas geometrik dan kimia dalam konformasi yang
mengikat ketika struktur tiga dimensi dari reseptor diketahui, metode docking mengeksploitasi informasi geometrik dan kimia
yang tersedia. Namun, struktur geometrik relatif dan
molekul diperoleh melalui kristalografi
sinar-X atau teknik NMR. Dalam upaya
untuk mengembangkan obat-obatan farmasi untuk reseptor yang strukturnya tidak
diketahui, mulai dengan kumpulan ligan yang telah di eksperimental dan berinteraksi
dengan reseptor. Dengan memeriksa sifat-sifat kimia dan bentuk-bentuk dari ligan-ligan, dan
mencoba mengidentifikasi satu set fitur yang tertanam dan
terkandung dalam beberapa konformasi aktif dari masing-masing (atau
sebagian besar) ligan. Ini disebut farmakofor
dan dianggap bertanggung jawab atas aktivitas obat yang diamati. Fitur
farmakofor berinteraksi dengan fitur reseptor,
sementara sisa ligan bertindak sebagai perancah. Setelah farmakofora telah
diisolasi, itu dapat digunakan untuk lebih meningkatkan aktivitas obat farmasi.
Untuk mengidentifikasi suatu farmakopor
dapat menggunakan sebuah prototipe
sistem perangkat lunak yang terintegrasi yang disebut RAPID (Randomized Pharmacophore Identification for Drug design) untuk mengatasi masalah identifikasi
farmakofora.
a. Gambaran RAPID
RAPID mencoba mengidentifikasi
invariants geometrik di antara kumpulan ligan kecil seperti molekul yang
ditunjukkan pada Gambar. 1. Molekul ini disebut 1TMN dan merupakan inhibitor
thermolysin. Gambar. L (a) menunjukkan model pengisian ruang 1TMN, dengan menggambar bola
Van der Walls di sekitaran setiap pusat atom. Gambar. L (b ) menunjukkan model
tongkat yang sesuai di mana hanya ikatan kimia yang ditarik. Derajat kebebasan
ligan meliputi panjang ikatan, sudut ikatan (sudut antara dua ikatan
berurutan), dan sudut dihedral atau torsional (sudut yang dibentuk oleh pertama
dan ketiga dari tiga ikatan berurutan, dilihat sepanjang sumbu ikatan kedua).
Dalam praktiknya, hanya derajat kebebasan torsional yang dipertimbangkan karena
ini adalah yang menunjukkan variasi besar dalam nilainya. Gambar. 1 (c)
menunjukkan konformasi ITMN dari Gambar. L (a) sebagai satu set poin.
Titik-titik ini dapat mewakili pusat atom atau kelompok atom yang diagregasi ke
satu titik yang memiliki fitur yang sama untuk semua atom ini (misalnya, cincin
benzena kaku).
Dalam RAPID,
identifikasi invarian geometrik dalam kumpulan ligan fleksibel
dilambangkan dengan M = {Ml, M2, ..., MN} diperlakukan sebagai proses dua tahap
mengatasi dua masalah atau strategi dari rapid berikut:
Soal1(Pencarian
Konformasi) Dengan koleksi ligan
M = {M1, M2, ... Mn}, derajat kebebasan untuk masing-masing, dan fungsi energi
E, temukan untuk setiap Mi serangkaian konformasi C (Mi) = {Ci1, Ci2, ...,
Ciki}, sehingga E (Cij) <= THRESHOLD dan d (Cij, Cil)> TOLERANCE untuk l!
= J dan 1 <= j, l <= ki, di mana THRESHOLD dan TOLERANCE adalah pra nilai
yang ditentukan dan d (.,.) adalah fungsi jarak
Soal2(Invarian
Identification) Mengingat koleksi
ligan M = {M1, M2, ... M n}, di mana
setiap Mi memiliki seperangkat konformasi C (Mi) = {Ci1, Ci2, ..., Ciki},
menentukan satu set berlabel poin S dalam R3 dengan properti bahwa untuk semua
i E {1, ..., N} ada beberapa Cij EC (Mi) sehingga S adalah kongruen untuk
beberapa bagian dari Cij. Sebuah solusi S, jika ada, disebut invarian dari
M.
Input mungkin mengandung ligan yang tidak mengandung
farmakofora. Ini mengharuskan kita untuk mempertimbangkan relaksasi Soal 2, di
mana kebutuhan invarian geometris hanya hadir dalam konformasi beberapa K
molekul N. Meskipun pada tahap ini dua modul RAPID bekerja secara independen.
DAFTAR PUSTAKA
Dror, O., Schneidman-Duhovny, D.,
Inbar, Y et al. 2009. A Novel Approach for Efficient Pharmacophore-based
Virtual Screening: Method and Applications. J
Chem Inf Model; 49(10): 2333–2343.
Finn P.W., L.E. Kavraki, J.-C. Latombe, et al. 1998. RAPID: Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design. Computational Geometry. (10). 263-268
Finn P.W., L.E. Kavraki, J.-C. Latombe, et al. 1998. RAPID: Randomized Pharmacophore Identification For Drug Design. Computational Geometry. (10). 263-268
- Kenapa dilakukannya identifikasi farmakopor?
- .Didalam permasalahan diatas ada terdapat konformasibagaimana pencarian konformasi?
- Apa yang dimaksud dengan 2 modul/masalah RAPID?

Baiklah saya akan menjawab pertanyaan no mor 1 yaitu untuk mendesign suatu obat Dan penemuan obat baru
BalasHapus
Hapusterima kasih roly atas jawabannya
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusHai kak Lea, kharin coba jawab no 1 ya. Tujuan dari diidentifikasinya suatu farmakopor obat yaitu supaya suatu molekul obat dapat dimodifikasi, dengan begitu akan ada penemuan obat baru dengan efikasi yg lebih baik tetapi minim efek samping
BalasHapusSaya ingin menambahkan dimana fungsi dari identifikasi farmakofor ini sendiri
Hapus-Mengetahui gugus penting yang berikatan dengan reseptor
-Mengetahui posisi 3 dimensi dari suatu molekul
-Untuk mengetahui konformasi aktif
-Penting untuk merancang atau mendesign obat
-Penting untuk menemukan suatu obat baru
Hapusterima kasih kharina atas jawabannya dan sudah menjelas kan
Hapusterima kasih dyah sudah menambahkan jawabannya sangat membantu
Terima kasih kak, saya akan coba jawab
BalasHapus1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
Hapusterima kasih diana sudah membantu atas jawabannya
Hai lea, saya coba menjawab no 3 ya.
BalasHapus3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.
Hapusterima kasih suci sudah bantu jawab
Assalamu’alaikum kak, mega mau bantu jawab no 2 ya, menurut mega, pencarian konformasi dapat dilakukan secara acak dengan memilih setiap derajat kebebasan dari rentang yang diizinkan sesuai dengan distribusi yang ditentukan. Sedangkan untuk mendapatkan seperangkat konformasi yang reprensif dengan menjadikan suatu set yang mencerminkan kesamaan geometris seperti yang ditangkap oleh DRMS ukuran jarak. Transformasi ini dihitung menggunakan basis dari tiga atom yang telah ditentukan.
BalasHapusAtau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
Kalau ad kurang tolong di lengkapin yaa
Hapusterima kasih mega sudah memberi tau apa yang tidak saya mengerti
Artikelnya sangat bermanfaat sekali.. terimakasih kak Lea. Saya mencoba membantu jawaban no 3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
BalasHapusKonformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.
Hay lea, aku bantu jawab nmr 2 ya
BalasHapus
Hapusiya silakan
Assalamu'alaikum kak lea ,ana akan mencoba menjawab pertanyaan nmor 1yaitu Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
BalasHapus
HapusWa'alaikumusalam irma syukron sudah membantu menjawab
saya ingin mencoba menjawab ertanyaan no 2 : pencarian konformasi dapat dilakukan secara acak dengan memilih setiap derajat kebebasan dari rentang yang diizinkan sesuai dengan distribusi yang ditentukan. Sedangkan untuk mendapatkan seperangkat konformasi yang reprensif dengan menjadikan suatu set yang mencerminkan kesamaan geometris seperti yang ditangkap oleh DRMS ukuran jarak. Transformasi ini dihitung menggunakan basis dari tiga atom yang telah ditentukan.
BalasHapusAtau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
Kalau ad kurang tolong di lengkapin yaa
Hapusterima kasih anggun atas jawabananya sangat membantu
Hai lea
BalasHapusSaya coba bantu jawab no 2 ya
Atau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
Hapusok ai yerima kasih,dan tolong kasih saran atas blog saya ya
hai Lea, artikel nya sangat membantu, terimakasih
BalasHapus
Hapusiy sama-sama widya
Assalamualaikum,,hay kak lea
BalasHapusSaya akan mncoba menjawb pertnyaan yg nmr 2.dimana Pencarian konformasi dapat dilakukan secara acak dengan memilih setiap derajat kebebasan dari rentang yang diizinkan sesuai dengan distribusi yang ditentukan. Sedangkan untuk mendapatkan seperangkat konformasi yang reprensif dengan menjadikan suatu set yang mencerminkan kesamaan geometris seperti yang ditangkap oleh DRMS ukuran jarak. Transformasi ini dihitung menggunakan basis dari tiga atom yang telah ditentukan.
Atau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster,dan menjamin nilai solusi dalam dua kali nilai optimal
terima kasih dian sudah membantu menjawab
HapusHay kak mau nnya dari pemaparan nya,bagaimana ikatan apa aja yg terkait dg rapid ini?
BalasHapusRAPID bukan ikatan, RAPID merupakan suatu perangkat lunak kimia komputasi yang digunakan untuk menganalisis farmakofor yang terdapat dalam struktur molekul, setelah itu dianalisis hubungan struktur dan aktivitasnya, setelah dilakukan identifikasi farmakofor baru para ahli kimia melakukan modifikasi struktur untuk menghasilkan senyawa baru yang diinginkan. Kalau dari segi ikatan, pada struktur yang dianalisis menggunakan RAPID kita melihat ikatan yang terdapat pada gugus-gugus kromofor yang ada pada struktur seperti gugus azo (-N=N-), karbonil (-C=O-), karbon (-C=C-), karbon nitrogen (-C=NH- atau =CH=N-), nitroso (-NO atau N-OH), nitro (-NO2 atau =NO-OH), dan sulfur (C=S). Trims.
Hapus
Hapusikatan ion,kovalen, vander waals, polar.
Hai lea, terimakasih atas materi yg sangat berguna tsb, mau nanya, farmakopor ini digunakan sebagai apa didalam permasalahan ini?
BalasHapusFarmakofor itu merupakan gugus dari suatu molekul yang memiliki aktivitas, saya rasa artikel diatas hanya sebatas mengulas tentang metode RAPID yang digunakan untuk analisis farmakofor suatu molekul.
Hapus
Hapusdigunakan sebagai template untuk membangun obat yang lebih efektif ."
Hapusterima kasih sudah mampir fitri dan terima kasih sudah membntu
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAssalamu’alaikum Yut. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Molekul obat memiliki suatu gugus fungsi yang dapat berinteraksi dengan reseptor secara stereoeletronik sehingga menghasilkan suatu aktivitas farmakologis. Gugus pada molekul obat tersebut dinamakan farmakofor. Identifikasi farmakofor merupakan suatu langkah penting yang dilakukan para ahli untuk merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur obat dengan aktivitas biologisnya atau hubungan antara reseptor dengan ligannya, dengan menggunakan model yang sudah ada dan diproses secara komputasi. Identifikasi farmakofor ini bertujuan untuk meramal hubungan antara struktur dan aktivitas suatu molekul obat dengan beberapa cara yaitu: peragaman substituen, pemasukan ikatan rangkap, peragaman struktur cincin, pemangkasan atau penambahan ukuran dari struktur molekul obat. Selain itu, dari proses identifikasi farmakofor dapat dihasilkan suatu struktur baru yang memiliki aktivitas farmakologis yang lebih unggul dibandingkan dengan struktur inti (sebelum di remodelling). Hal ini sangat menguntungkan dalam bidang farmasi untuk menciptakan obat-obat baru yang bekerja lebih spesifik.
BalasHapus
Hapusterima kasih icut sudah bntu jawab
Saya rasa jawaban no 3 adalah dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
BalasHapus3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.
Hapusterima kasih sudah bantu menjawab nola
Dalam dunia medis, identifikasi farmakofor digunakan untuk mengetahui gugus-gugus dari struktur molekul obat yang memiliki efek farmakologis, gugus tersebut dimodifikasi untuk menghasilkan struktur obat baru yang dapat memberikan efek farmakologis lebih baik dibandingkan struktur sebelumnya. Tidak hanya meningkatkan efikasi dari obat melainkan juga dapat meminimalisir efek samping atau efek toksik dari suatu obat dengan melakukan identifikasi farmakofor.
BalasHapus
Hapusterima kasih atas jawabannya
apakah ada tambahan lagi atas artikel saya?
Hy lea, saya mencoba menjawab no 2
BalasHapusDalam senyawa rantai terbuka gugus-gugus yang terikat oleh suatu ikatan sigma dapat berotasi mengelilingi ikatan tersebut. Oleh karena itu atom-atom dalam suatu molekul-molekul terbuka dapat memiliki banyak posisi di dalam ruang relatif satu terhadap yang lain. Contohnya saja metana, metana merupakan sebuah molekul kecil, tetapi memiliki penataan dalam ruangan yang bervariasi, penataan tersebut dinamakan konformasi. Konformasi dapat digambarkan dengan beberapa rumus diantaranya rumus dimensional, rumus bola dan pasak, serta proyeksi newman. Konformasi suatu molekul dapat dicari menggunakan kimia komputasi, menggunakan perangkat lunak untuk analisis struktur 3D dari suatu molekul, dari struktur tersebut dapat dilihat konformasi dari masing-masing molekul, salah satunya perangkat lunak RAPID itu sendiri. Trims.
Hapusterima kasih sudah bntu jawab
slamat pagi kak,,tulisannya sangat bermanfaat. Mau nanya dong kak hal-hal apa saja sih yang harus diperhatikan dalam penggunaan metode rapid ini?
BalasHapus
Hapushal-hal yang harus diperhatikan
bagaimana konvormasi dari senyawa tersebut, ikatan kimia
Halo kak lea
BalasHapusPenjelasannya sangat membantu
Terimakasih :)
Hapusiya sama-sama klau ada saran kasih tau ya
Halo kak leaaa, Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
BalasHapus
Hapusterima kasih aurora atas jawabanya
Baiklah, saya akan mencoba menjawab :
BalasHapus3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.
Hapusterima kasih banyak fio atas jawabannya
BalasHapusTeman artikel sudah bagus.
Tapi sy masih bingung apakah obat yg memiliki mekanjame kerja yang sama juga memiliki identitas farmkopor yg sama?
Thx:)
Hapusterima kasih lidini
Assalamualaikum kak lea pemaparan yg sangat bagus, dsni sy ingin bertanya , apasih tujuan utama dari design obat baruu?
BalasHapusterima kasih bella
Hapushay kak lea, saya ingin membantu menjawab pertanyaan nomor 1
BalasHapusidentifikasi farmakofor dilakukan agar dapat diketahui ligan-ligan dari suatu senyawa dan dapat berguna dalam mendesain obat baru
terimakasih kak :)
teeima kasih sinsy
Hapushay kak lea disini saya akan menjawab adanya idemtifikasi farmakopor untuk mengatahui sisi aktif yang dapat berikatan dengan reseptor, sehingga dengan adanya farmakopor dapat diketahui interaksi biologis suatu senyawa terhadap reseptor . studi farmakopr dapat meningkat efektifitas suatu obat dan dapat menimalisir adanya toksisitas suatu obat
BalasHapus
Hapusterima kasih bernike sdh membantu jawab
saya akan mencoba mnjwb Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen
BalasHapus
Hapusyerima kasih anggi
Hy kak lea.. ilmunya sangat bermanfaat. Menambah pengetahuan saya. Terimakasih
BalasHapus
Hapusterima kasih hefiza
BalasHapus1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
2. Pencarian konformasi dapat dilakukan secara acak dengan memilih setiap derajat kebebasan dari rentang yang diizinkan sesuai dengan distribusi yang ditentukan. Sedangkan untuk mendapatkan seperangkat konformasi yang reprensif dengan menjadikan suatu set yang mencerminkan kesamaan geometris seperti yang ditangkap oleh DRMS ukuran jarak. Transformasi ini dihitung menggunakan basis dari tiga atom yang telah ditentukan.
Atau dengan cara Algoritma pengelompokan, Algoritma pengelompokan adalah sebuah algoritma perkiraan yang berjalan dalam waktu O (nk) di mana n adalah konformasi untuk dikelompokkan dan k adalah jumlah cluster, dan menjamin solusi dalam dua kali nilai optimal.
3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
Konformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.
Hapusterima hesty sudah membantu
Hai kak lea. Mungkin ada yg ingin saya tanyakan yaitu manfaat atau keuntungan dari kita identifikasi farmakofor apa ya?
BalasHapusTerimakasih
Hapuslebih mudah, dan lebih murah
Baiklah saya akan menjawab pertanyaan no mor 1 yaitu untuk mendesign suatu obat Dan penemuan obat baru
BalasHapus
Hapusterima kasih uma sudah membantu jawab
Alhamdulillah dengan membaca artikel ini, saya bisa mengetahui bagaimana cara identifikasi farmakofor.
BalasHapus
HapusAlhamdulillah klau bisa membantu
hay kak lea disini saya akan menjawab adanya idemtifikasi farmakopor untuk mengatahui sisi aktif yang dapat berikatan dengan reseptor, sehingga dengan adanya farmakopor dapat diketahui interaksi biologis suatu senyawa terhadap reseptor . studi farmakopr dapat meningkat efektifitas suatu obat dan dapat menimalisir adanya toksisitas suatu obat
BalasHapus
Hapusterima kasih reni sudah mampir dan bantu jawab
Hai kak lea.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
Karena identifikasi farmokofor berguna untuk mengetahui bagian dari struktur obat yang aktif. Dengan diketahui struktur obatnya maka dapat dilakukan modifikasi terhadap strukturnya sehingga dapat memberikan efek yang lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya saat obat belum dimodifikasi.
Terimakasih.
Hapusterima kasih yustika atas jawabannya
Terimakasih atas pemaparannya, saya ingin bertanya dalam pembelajaran materi ini apa saja contoh aplikasi pada penerapan di dunia kefarmasian? Terimakasih
BalasHapus
HapusRAPID,SPSS,RAD
Hay kak lea
BalasHapussaya akan menjawab no 1.
alasan dilakukan identifikasi farmakofor adalah untuk menentukan struktur 3 dimensi dan suatu molekul, untuk mengetahui konfirmasi aktif, penting untuk didesain obat, dan penting untuk menentukan obat baru
Hapusterima kasih yupi atas jawabannya
Assalamu'alaikum...
BalasHapusHai lea...
Berdasarkan uraian diatas, salah satu fungsi dari farmakofor yaitu untuk untuk mengetahui konformasi aktif,
Nah bagaimana cara mengetahui konformasi yg aktif tersebut???
Mohon jawabannya,
Terimakasih😊
Hapusdari ikatan hidrogen (asam basa lewis)
ikatan van der walls
dan ikatan ion
Jawaban no 1 Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
BalasHapus
Hapusterima kasih nurul sudah membantu
Artikel yang menarik dan mudah dipahami, good.
BalasHapus
Hapusterima kasih dilla
Artikelnya bagus dan sangat bermanfaat kak
BalasHapus
Hapusterima kasih sesi sudah mampir
Artikelnya sangat bermanfaat sekali.. terimakasih kak Lea. Saya mencoba membantu jawaban no 3. Dua modul/masalah itu ada konformasi dan identifikasi invarian
BalasHapusKonformasi : untuk mencari ruang dimensi tinggi dengan mengunakan berbagai metode, dengan menggunakan cara acak ataupun dengan cara sistematis.
Identifikasi invarian : Identifikasi invarian untuk menemukan titik set umum. Menentukan kesesuaian dua titik-set di R 3 mengidentifikasi set titik umum terbesar (LCP). Dengan metode pencocokan berganda dan percocokan pairwise.
Hapusterima kasih ovi sudah membantu jawab
Terima kasih kak, saya akan coba jawab
BalasHapus1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
Hapusterima kasih halimah sudah membantu
Terimakasih kk,saya akan coba jawab
BalasHapus1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
Hapusterima kasih riska sudah membantu menjawab
Terimakasih kk,saya akan coba jawab
BalasHapus1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
Terimakasih kk,saya akan coba jawab
BalasHapus1. Identifikasi farmakopor sangat penting dalam desain obat karena sering terjadi struktur reseptor yang ditargetkan tidak diketahui tetapi, sejumlah molekul yang berinteraksi dapat ditemukan saat proses eksperimen.
Hai kak lea. Identifikasi farmakofor bertujuan untuk mendapatkan senyawa obat baru dan terus ada pengembangan sebagai penemuan obat yang terbaharukan. Terimakasih semoga bermanfaat
BalasHapusMenurut saya identifikasi farmakopor secara virtual ini sangat bermanfaat dalam penemuan new drug
BalasHapus
Hapusberakti identifikasi farmakopor itu sangat berpengaruh didalam idwntifikasi obat baru
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Molekul obat memiliki suatu gugus fungsi yang dapat berinteraksi dengan reseptor secara stereoeletronik sehingga menghasilkan suatu aktivitas farmakologis. Gugus pada molekul obat tersebut dinamakan farmakofor. Identifikasi farmakofor merupakan suatu langkah penting yang dilakukan para ahli untuk merumuskan hubungan kuantitatif antara struktur obat dengan aktivitas biologisnya atau hubungan antara reseptor dengan ligannya, dengan menggunakan model yang sudah ada dan diproses secara komputasi. Identifikasi farmakofor ini bertujuan untuk meramal hubungan antara struktur dan aktivitas suatu molekul obat dengan beberapa cara yaitu: peragaman substituen, pemasukan ikatan rangkap, peragaman struktur cincin, pemangkasan atau penambahan ukuran dari struktur molekul obat. Selain itu, dari proses identifikasi farmakofor dapat dihasilkan suatu struktur baru yang memiliki aktivitas farmakologis yang lebih unggul dibandingkan dengan struktur inti (sebelum di remodelling). Hal ini sangat menguntungkan dalam bidang farmasi untuk menciptakan obat-obat baru yang bekerja lebih spesifik.
BalasHapus